Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Februari 2014

Sakit kanker ato Aids??

Seorang penderita kanker di beritahukan oleh dokternya bahwa hidupnya tidak lama lagi hanya sekitar 2 minggu lagi. Mendengar khabar tak mengenakkan hati, ia memberitahukan anaknya untuk segera mengadakan pesta besar perpisahan.

Ditengah kawan-kawannya ia menyatakan : “Maaf teman-teman, Saya mengumpulkan Kalian agar tahu bahwa Saya tak lama lagi akan meninggalkan Kalian, AIDS telah merongrong tubuh Saya.”

Anaknya dengan heran bertanya : “Ayah, mengapa Ayah berbohong atas penyebab kematian Ayah?”

Ayahnya menjawab : “Sssst, aku tak mau salah seorang dari mereka akan tidur dengan Ibumu yang cantik setelah aku meninggal kelak !”

Sumber :Fajar Setya (catatan)

Download 

Surga;islam vs kristen

Setiap agama sudah barang tentu mengajarkan bahwa pengikut setianya akan memperoleh pahala di akhirat. Mungkin ada satu perkecualian yaitu agama Buddha, yang setahu saya, tidak menjanjikan sorga tetapi bebas dari reinkarnasi kepada pengikutnya yang mampu mengikuti teladan Gautama Buddha.

Dalam Islam sorga digambarkan sebagai tempat yang sangat ideal – tidak panas dan tidak dingin. Lebih dari itu sorga, yang sering disebut sebagai ‘taman’ (=’janna’) yang penuh dengan pohon buah-buahan, air mancur di mana manusia tidak perlu bekerja, segala sesuatu disediakan dalam jumlah yang berlimpah. Dengan kata lain, sorga digambarkan sebagai suatu tempat ideal yang didambakan oleh bangsa yang hidup di tempat yang kering, panas dan gersang.

Taman sorga ini adalah pahala bagi mereka yang antara lain (1) ‘bertaubat, percaya, melakukan yang baik dan menjadi hamba Allah’ (Surat Maryam 19:60-61), (2) ‘bertekun mencari kebenaran Allah, selalu berdoa, berbuat amal, mengalahkan kejahatan dengan kebaikan’ (Ar Ra’d 13:22-23), (3) mati syahid (Al Imran 3: 157) dan (4) Seperti disampaikan oleh Abu Huraira: Rasullallah berkata: “Orang yang mengambil bagian dalam jihad di jalan Allah dan yang melakukannya hanya karena dia percaya Allah dan Nabi-nabinya, akan diberi nikmat Allah: harta rampasan kalau dia hidup atau dijinkan masuk sorga, kalau mati syahid.’ (Hadist sahih kumpulan Bukhari Vol. 1.35), serta (5) yang dijanjikan oleh Nabi Muhammad SAW dan disampaikan oleh Sahl bin Sa'd: Rasul Allah berkata: “Barang siapa yang bersumpah kepadaku telah menjaga kesucian apa yang tedapat di antara kakinya (yaitu alat kelamin-nya) dan apa yang terdapat di antara rahangnya (yaitu lidahnya), aku jamin dia akan masuk sorga” (Hadist Sahih Bukhari Vol. 8, 799) Banyak ayat yang menggambarkan keadaan di sorga. Menurut Surat Muhammad 47: 15, misalnya kita baca: Demikianlah sorga yang telah dijanjikan kepada orang mukmin: Di dalamnya terdapat sungai-sungai yang airnya tak tercemarkan, dan sungai-sungai susu yang senantiasa segar, dan sungai-sungai anggur yang lezat bagi yang meminumnya, dan sungai-sungai madu yang cair. Di sana orang mukmin akan dapat makan segala jenis buah-buahan, dan dosa kesalahannya akan diampuni oleh Allah.

Di sorga Islam suami-istri tetap hidup dalam perkawinan. Ini tentunya berbeda dari sorga Katolik-Kristen di mana orang tidak lagi kawin (Matius 22:30), tetapi menjadi seperti malaikat. Di sorga Islam selain dapat menikmati segala jenis buah-buahan, kelimpahan air jernih, susu segar, minuman anggur lezat dan madu cair, orang mukmin yang diijinkan tinggal di sorga juga akan dikawinkan dengan tidak kurang dari 70 houri, yaitu bidadari yang selalu tetap perawan! (Al Rahman 55: 76). Rupanya pahala terakhir ini merupakan incentive utama bagi mereka yang melakukan bom-bunuh-diri di berbagai tempat di dunia. Dari apa yang bisa dibaca dalam Al Qur’an dan Ahadist, dalam sorga Islam segala kenikmatan duniawi, bahkan jauh lebih dari apa yang bisa dibayangkan oleh manusia, tersedia bagi orang laki-laki mukmin.

Sebaliknya sorga Katolik-Kristen menjajikan kehidupan damai-sejahtera di mana penghuni sorga berbahagia dapat berada di hadirat Tuhan-Allah Yang Maha Suci, memuji dan memuliakan nama-Nya. Sementara iman-kepercayaan Kristen menjanjikan keselamatan (‘salvation’) bagi mereka yang percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat mereka, agama Islam mengajarkan bahwa perbuatan baik (‘amal’, ‘good deeds’) adalah kunci yang membuka taman sorgawi

Dalam Al Qur’an terdapat banyak ayat yang membicarakan persyaratan naik sorga ini. Pada Hari Penghakiman (Hari Kiamat) dosa, kesalahan setiap orang ditimbang dan dibandingkan dengan amal-kebaikan yang dia lakukan. Kalau ternyata amal-kebaikannya lebih banyak, maka dia lolos dan dizinkan masuk sorga. Ada dosa-dosa yang tak terampuni adalah polytheisme dan murtad atau meninggalkan agama Islam. Sementara kejahatan seperti merampok, memperkosa dan membunuh bisa diampuni oleh Allah SWT kalau beliau menghendakinya.

Berlainan dengan iman-kepercayan Kristen, umat Islam memperoleh pahala semata-mata dari hasil usaha mereka sendiri yaitu melalui amal-kebaikan. Mereka tidak memerlukan perantara, mereka tidak perlu dosanya ditebus karena ajaran Islam tidak mengenal dosa asal. Dosa dan amal-kebaikan ini menurut kepercayaan Islam ditulis oleh malaikat di dalam suatu buku neraca sorgawi yang dibacakan pada waktu seseorang menghadap sang khalik pencipta langit dan bumi.

Pernah saya tanyakan kepada seorang teman yang sedang menyelesaikan S2-nya di Universitas Al Azhar bagaimana seseorang tahu bahwa nilai amal-kebaikan yang dia lakukan telah sama atau melebihi jumlah dosa-kesalahannya. Di jawabnya ‘wallahualam’ - hanya Allah yang tahu. Ketidak-pastian ini mungkin yang menyebabkan Nabi Muhammad menyatakan: “Aku bukanlah nabi yang istimewa di antara para nabi dan rasul, aku juga tidak tahu apa yang akan terjadi pada diriku atau yang akan terjadi pada kamu (= umat Islam).” [Surat Al Ahqaf 46: 9]

Bagi pengikut Yesus Kristus keselamatan atau salvation sudah tersedia bagi semua yang benar-benar percaya akan Kristus sebagai Juruselamatnya. Yesus telah menebus dosa kita, orang percaya, dengan harga yang sangat tinggi yaitu kematiannya di atas kayu salib. Namun, hal tersebut juga harus diikuti dengan mengikuti ajaran dan teladanNya dalam hidup kesehari-hari.

Matius 7: 21. [Yesus berkata:] "Tidak semua orang yang berseru kepada-ku, 'Tuhan, Tuhan,' akan masuk Kerajaan Sorga, melainkan hanya dia yang melakukan kehendak Bapa-ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang berseru kepada-ku, 'Tuhan, Tuhan, tidakkah kami bernubuat demi nama-Mu dan kami telah mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?’ Pada waktu itulah aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: ‘Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!’
kira-kira apa yang terjadi???
kira-kira apa yang terjadi???

Persahabatan

Seorang teman tetap memberi ruang gerak pribadi, privacy sebagai seorang manusia. Dan kita akan berasa deket dengan dia walaupun ga ketemu dan ga kontak dalam waktu yang lama. Karena pertemanan itu pada dasarnya dari ikatan hati. Ga bakal ilang walaupun dimensi jarak memisahakan kita. Kita harus mengkui bagaimanapun juga kita ga bisa menghilangkan dia dari hati kita. Dan tanpa teman, kita ga akan seperti sekarang ini.


“Manusia selalu hidup berkelompok. Tiada manusia yang dapat hidup dalam kesendirian. Apabila ada, maka manusia tersebut benar-benar mahluk yang malang dan hidupnya tentu tidak berwarna.”


Sumber : Fajar Setya (catatan)

Download 

Kemarin..

bismillahirrahmannirrahim..

perubahan besar terjadi aku dikenlakan oleh seorang teman tentang organisasi islam, yang pada waktu itu aku hanya menghargai seoarang teman yang telah mengajakku untuk mengikutinya..Tidak ada niat untuk aktif di organisasi apapun apalagi organisasi islam.. karena hanya membuang waktu. "terucap dalam hatiku".. tapi keadaan itu berbalik arah.. Yang tadinya ikut oraganisasi hanya membuang waktuku saja. "Menurutku".. kini organisasi menjadi perlu untuk diikuti,, karena bisa untuk mengisi waktu luang ku..
Kelas 1 SMA aku mulai kenal yang namanya organisasi islam.. dari situ saya lagi-lagi mencoba untuk mengikutinya saja tidak ada pikiran lainnya,, kecuali hanya untuk mengisi waktu luang ku.. berbagai kegiatan yang ada dalam organisasi islam itu pun aku ikuti.. Pada awalnya organisasi tersebut berjalan diluar sekolahku.. tapi, terlintas dalam  benak pikiranku untuk membentuk organisasi islam yang serupa di sekolah ditempat ku bersekolah.. ku ajak teman-temanku dan seorang teman yang sudah mengenalkanku organisasi islam.. Kebetulan dia juga bersekolah di tempat aku bersekolah dan menjadi adik kelasku.. sekali lagi aku katakan kalau aku mengikuti organisasi islam dan sempat untuk membentuknya itu semua hanya kulakukan karena hanya untuk mengisi waktu luang saja.. Dengan upaya dan usaha semaksimal mungkin hingga akhirnya aku dan seorang temanku tadi bisa membentuk organisasi islam di sekolah kami yang serupa dengan organisasi islam yang kami ikuti diluar sekolah.. organisasi yang kami bentuk disekolah kami bernama rohis APRESIASI PELAJAR DALAM ISLAM ( APDI ).. singkat cerita aku ditunjuk untuk menjadi ketua organisasi tersebut.. Dan organisasi tersebut berjalan dengan lancar.. Hingga dalam organisasi tersebut terbentuklah yang namanya tim "NASYID" dengan nama D'APMA ( Apresiasi Pelajar Musik Accapella ).. dengan personilnya Hardi (teman yg mengenalkan saya organisasi islam sebagai vokalis), bambang(temannya ardi sebagai suara Musik 1), aku sendiri (sebagai suara musik 2), aidil (sebagai suara musik 3) dan dede (sebagai suara musik bass).. Grup nasyid yang kami bawakan mendatang hasil yang luar biasa, yaitu sebagai JUARA 1 PENSI yang diadakan di mendalo acara "STUDENT YOUTH CAMP" Jambi..
Lagi-lagi semua itu dengan niat "HANYA UNTUK MENGISI WAKTU LUANG KU SAJA"..
SINGKAT CERITA HINGGA AKU LULUS SEKOLAH DAN SAMPAI SEKARANGPUN AKU TETAP AKTIF DI ORGANISASI ISLAM..
Namun itu semua tidak ada artinya karena aku melakukan semua itu dengan niat hanya untuk mengisi waktu luangku saja.. Hingga suatu ketika aku membaca artikel dari teman ku yang sama-sama satu sekolah dan juga sebagai Pengurus APDI yang berjudul "Because Of You" (sabariah).. dari situ lah aku sadar kalau selama ini apa yang aku lakukan hanya bagaikan angin lewat saja. Tidak ada sedikitpun untuk merenungi dengan apa yang sudah aku lakukan.. setelah membaca artikel tersebut aku mulai berikhtiar untuk sungguh berjuang dijalan allah. karena sebenarnya aku sudah lama mengikuti organisasi islam yang seharusnya dan aku memperjuangkan agama allah tapi keadaan nya tidak lah seperti itu. Aku mengikuti organisasi islam hanya untuk mengisi waktu luangku saja.. astagfirullah al azim.. Mulai saat itu saya mulai merenungi apa yang kukerjakan selama ini.. saya sadar saya hanya manusia yang penuh dengan dosa dan pada saat itu juga setelah membaca artikel teman saya tersebut saya bertoubat.. Pelan-pelan untuk mencoba memperbaikki diri.. Alhamdulillah saya bisa.. sungguh maha suci engkau ya allah yang telah memberi hidayah kepadaku dimanapun,kapanpun jika kau mengkehendaki-nya..

Belajar dari tukan becak penemu pukis

BELAJAR JUJUR PADA Pak Sabariman, TUKANG BECAK PENEMU PUKIS
(salah satu naskah dalam catatan “belajar dari orang-orang pinggiran”)
Membaca,mendengar, dan melihat berbagai kondisi dan berita di media di Indonesia, seringkali membuat saya tambah pusing.Apalagi berita-berita yang terkait dengan kebejatan moral orang-orang penting negeri ini, yang dengan seenaknya mereka rampok, atau dengan bahasa halusnya korupsi dan juga kolusi. Tambah pusing lagi memikirkan bahwa hukuman gampang saja bisa diatur, tergantung besaran suap, yang saat ini tak lagi cukup masuk amplop, tetapi harus diwadahi koper saking banyaknya.”Payah, tukang tangkap malingnya aja pinter maling…gimana bisa selesai kita mengurai benang kusut negeri ini”, gerutu seorang teman.
Sama seperti pagi itu, headline koran lokal Yogya juga dihiasi dengan berita pengadilan kasus-kasus korupsi nasional. Saya sampai malas lagi untuk membacanya, karena seringnya dan karena biasanya ujung-ujungnya juga vonis yang tak seberapa. Entah karena “koper uang “ tadi, atau pinternya si koruptor bikin alibi.Saya buka lembar-lembar koran halaman berikutnya.Iseng-iseng, saya baca surat pembaca.Hm, seperti biasa, kebanyakan orang nulis tentang kehilangan dompet, atau komplain atas layanan’’ instansi yang tak ramah.
Bosan dengan itu, hampir saja saya mengalihkan mata ke halaman samping. Tetapi sekilas saya melihat sebuah judul surat pembaca yang aneh “Menemukan Kue Pukis”.Tulisannya Cuma singkat, satu alinea saja.Ada ilustrasi bapak dan anak makan kue, dengan becak di latarbelakangnya. Aneh, saya jadi tertarik untuk membacanya.
“Saya seorang tukang becak. Pada Selasa 14 Oktober 2008, menemukan sebuah tas berisi kantong bertulisan kue pukis mang tosir. Isinya masih hangat. Terjatuh di jalan Ngasem, Yogya. Melalui rubrik ini saya mohonkan kepada yang merasa mempunyai untuk merelakan kue itu kami makan sekeluarga. Mudah-mudahan ridho. Dan saya doakan semoga Anda mendapat ganti rezeki yang banyak. Amin” (Sabariman,Jl Rotowijayan 3 Yogyakarta).
Allahu Akbar!Hari gini, masih ada orang, seorang tukang becak pula, yang memiliki akhlak luar biasa.Bayangkan, hanya menemukan sebungkus kue pukis, dia sampai menulis surat pembaca di koran, agar kue yang termakan keluarganya halal statusnya. Ia juga masih sempat mendoakan si pemilik kue, agar mendapat ganti rizki yang banyak. Ya Allah, Tukang becak ini bukan orang sembarangan .Ia pasti orang yang luar biasa.Bayangkan, jika yang menemukan orang yang biasa saja, alih-alih nulis surat pembaca minta dikhlaskan,mungkin orang lain akan nyeletuk: syukurin deh… salah siape kue begini dijatuhin. Ya udah ini rejeki yang nemu!
Saya jadi ingat ulama masyhur, Hasan Basri. Suatu saat, dalam kondisi kelaparan, ia duduk di tepian kali. Tiba-tiba lewatlah di depannya sebuah apel yang hanyut di sungai itu. Spontan, karena laparnya, Hasan Bari mengambil apel itu, dan memakannya. Selesai makan, dan perutnya lebih nyaman, barulah ia tersadar, apel yang ia makan belum jelas hak siapa. Sebagai orang yang sangat unggul akhlaknya, Hasan Basri jadi merasa berdosa. Ia takut apel di perutnya akan menyebabkan murka Allah padanya. Maka berjalanlah Hasan Basri melawan arus sungai, demi menemukan pemilik apel yang telah
ia makan tadi. Ia ingin minta keikhlasan pemilik apel tadi, supaya apel di perutnya mernjadi halal.Demikianlah seterusnya hingga Hasan Basri akhirnya menemukan si pemilik pohon apel, dan kemudian mengaku dosa bahwa ia telah memakan apel (yang mungkin juga cuma jatuh tanpa sengaja ke sungai)tanpa izin.Tak cukup itu, Hasan Basri minta pemilik pohon menghukum dirinya dalam bentuk apapun yang dimaui empunya pohon apel. Wah, sungguh kisah yang menginspirasi orang-orang yang ingion memperbaiki akhlaknya, (atau malah dianggap konyol bagi mereka yang bebal hatinya!)
Saya sendiri tidak yakin, pak sabariman, tukang becak penemu pukis itu pernah membacaa atau mendengar kisah ini. Tetapi saya yakin, ia adalah orang yang sangat bersih hatinya, luar biasa akhlaknya. Ah, seandainya saja para petinggi negeri ini mau belajar pada seorang sabariman….
 Silahkan download disini

Fakta tentang facebook ternyata ada di dalam al-Quran

Selamat siang sobat semua.. , mungkin sobat semua punya facebook.. , tapi tau nggak kalau fakta tentang facebook ada di dalam al-Quran ,Tentu saja di dalamnya tidak serta merta menyebutkan Facebook secara eksplisit. Melainkan fenomena yang berkaitan dengan aktivitas manusia modern di jejaring sosial yang satu ini . Tidak percaya? Coba buka surat Al- Ma’arij ayat 19-21 yang artinya , ''Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah. Dan apabila mendapat kebaikan dia jadi kikir.'' Ayat diatas menjelaskan fenomena jamaah “Fesbukiyah” secara umum . Coba kita lihat status- status yang bertebaran di wall Facebook . Kebanyakan berisi keluh kesah, mirip kisah sinetron. Mulai dari bisul, jerawat sampai sakit encok semua ada. Masalah cuaca juga setali tiga uang. Saat hujan, mengeluh tidak bisa kemana-mana. Giliran hari panas, ganti mengeluh kepanasan di jalan . Bahkan ibadah pun juga dipublikasikan. “Hmm buka puasa cuma pakai kolak 3 mangkok, es buah 4 gelas n gorengan 10 biji nih“. Atau “Alhamdulillah ya sehari semalam sudah khatam Quran 3 kali“. Semoga saja niatnya bukan untuk riya atau pamer supaya dicap ke'aliman nya . Sepertinya tinggal sholat yang belum pernah nongol di status Facebook. Tidak lucu kan kalau ada yang pasang status, “Lagi jumatan nih. Dah rokaat kedua, tapi bacaan imam nya lama beudh..“ Penggalan ayat berikutnya pun begitu juga. Disitu dikatakan, 'apabila dapat kebaikan maka ia kikir’. Paling banter statusnya hanya ‘pemberitahuan’naik gaji, mobil baru, makan enak, dan sebagainya . Sepertinya belum ada tuh, status Facebook seperti ini, “Di bus nemu duit 100 ribu nih. Yang mau ditraktir, ditunggu ya jam makan siang di warteg sebelah. Tenang aja, makan sepuasnya!”. Sesungguhnya Facebook ibarat pisau. Bila digunakan koki, bisa tercipta masakan lezat. Tapi kalau yang pegang tukang todong, dompet bisa melayang. Jadi berhati-hatilah update status di Facebook dan social network yang lain. Karena tidak ada amalan yang tidak dihitung nantinya. Amalan baik pasti akan mendapat ganjaran, walaupun hanya sekecil partikel atom. Begitu juga amalan buruk, siap-siap mendapat balasan dari-Nya. Maaf ya sob.. Ini tidak meyinggung para facebooker , soalnya banyak keturunan rasulullah yang punya facebook , tapi pasti bedalah.. Dengan orang lain.. WASSALAMU 'ALAIKUM WR.WB.

Rabu, 29 Januari 2014

Antara engkau dan diriku

awal ku memuji akan kecantikan yang engkau perlihatkan dari sanubari ketulusan hati akan hijab yang engkau kenakan. dan saat ku masih menjadi seorang ikhwan ku berharap akan penantian balasan darimu. hmm,, namun sekarang diriku bukan lah seorang ikhwan bahkan diriku sudah mulai terpengaruh dengan lainnya. dan disaat itu lah mulai kusadari kalau kita tidak lagi cocok. meski diriku tetap berharap kepadamu. namun ku tak ingin mengecawakanmu. aku bukan seorang ikhwan lagi, tidak hanya itu saja yang membuatku merasa tidak lagi cocok bersamamu, banyak hal yang membuat ku untuk mempertimbangkan semua. aku pernah menulis sebuah karya yang berjudul "JODOH YANG SUCI" dalam karyaku tersebut ku menulis tentang perbedaan wanita yang sholeha dan wanita yang biasa saja. semuanya sudah ada ketetapannya. namun jika yang berkehendak menghendaki kita berjodoh maka tidak ada yang dapat memisahkan kita. jujur aku masih mencintai dan menyayangimu. kini aku sering bertingkah aneh didepanmu bertujuan agar kamu melupakan ku dan beralih kepada seorang laki-laki yang lebih sholeh. ma'afkan aku, namun aku tak ingin dari diriku yang memulainya, biarlah semua berjalan dengan sendirinya. karena diriku juga tak mau melihatmu sedih nantinya.melihatmu bahagia sudah membuatku juga bahagia. membuat mu sedih akan membuat ku merasa bersalah karena disaat kesedihan itu datang aku tidak hadir didekatmu untuk menghiburmu. antara engkau dan diriku kini terasa jauh berbeda. dan aku tak ingin terus membuatmu berharap. cukup bagiku kita saling menjaga saja saat ini. menjaga hati untuk tidak saling terpengaruh oleh bisikan teman.

M. Fajar

Senin, 27 Januari 2014

Perusak Hati



Hati adalah pengendali. Jika ia baik, baik pula perbuatannya. Jika ia rusak, rusak pula perbuatannya. Maka menjaga hati dari kerusakan adalah niscaya dan wajib.
Tentang perusak hati, Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan ada lima perkara, 'bergaul dengan banyak kalangan (baik dan buruk), angan-angan kosong, bergantung kepada selain Allah, kekenyangan dan banyak tidur.' Ini adalah faktor terbesar perusak hati. Tidak ada sesuatu yang lebih berbahaya dari bertawakkal dan bergantung kepada selain Allah.
Jika seseorang bertawakkal kepada selain Allah maka Allah akan menyerahkan urusan orang tersebut kepada sesuatu yang ia bergantung kepadanya. Allah akan menghinakannya dan menjadikan perbuatannya sia-sia. Ia tidak akan mendapatkan sesuatu pun dari Allah, juga tidak dari makhluk yang ia bergantung kepadanya. Allah berfirman, artinya:

وَاتَّخَذُوا مِن دُونِ اللَّهِ آلِهَةً لِّيَكُونُوا لَهُمْ عِزًّا
Dan mereka telah mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar sembahan-sembahan itu menjadi pelindung bagi mereka. (QS, 19:81)
كَلَّا سَيَكْفُرُونَ بِعِبَادَتِهِمْ وَيَكُونُونَ عَلَيْهِمْ ضِدًّا
Sekali-kali tidak. Kelak mereka (sembahan-sembahan) itu akan mengingkari penyembahan (pengikut-pengikutnya) terhadapnya, dan mereka (sembahan-sembahan) itu akan menjadi musuh bagi mereka. (QS, 19:82)
Maka orang yang paling hina adalah yang bergantung kepada selain Allah. Ia seperti orang yang berteduh dari panas dan hujan di bawah rumah laba-laba. Dan rumah laba-laba adalah rumah yang paling lemah dan rapuh. Lebih dari itu, secara umum, asal dan pangkal syirik adalah dibangun di atas ketergantungan kepada selain Allah. Orang yang melakukannya adalah orang hina dan nista.

Terkadang keadaan sebagian manusia tertindas tapi terpuji, seperti mereka yang dipaksa dengan kebatilan. Sebagian lagi terkadang tercela tapi menang, seperti mereka yang berkuasa secara batil. Sebagian lagi terpuji dan menang, seperti mereka yang berkuasa dan berada dalam kebenaran. Adapun orang yang bergantung kepada selain Allah (musyrik) maka dia mendapatkan keadaan yang paling buruk dari empat keadaan manusia, yakni tidak terpuji dan tidak ada yang menolong. 


Share

Tidak lagi sebagai Ikhwan

saat itu aku pernah mencapai puncak pada masa kejayaanku sebagai regenerasi muslim muda. butuh perjuangan yang panjang untuk mencapainya, dan dorongan tak lupa mengiringi setiap langkahku. bersama seorang sahabat kami bermimpi akan membawa kota dimana aku tinggal.untuk menjadi kota yang religius. akan tetapi sampai sekarang mimpi itu belum terwujud karena kami sudah tidak lagi bersama. dan aku berusaha untuk membuat diriku tegar dan tetap mewujudkan mimpi kami. waktu berkata lain saat masa kejayaan ku berada dipuncak menjadi seorang remaja yang sholeh akhirnya kandas begitu saja, karena terbuai angin yang menyejukan hingga ku terjatuh dari puncak. sangat lah disayangkan karena untuk mencapai puncak butuh waktu yang lama dan akan berhadapan dengan berbagai macam cobaan saat menaikinya. harus mengulang lagi dari bawah. meskipun mencoba dengan lajur yang sama, akan tetap tak mudah meraih kejayaan menjadi seorang yang sholeh. dahulu sesama kumpulan kami, aku mendapat gelar seorang ikhwan, seorang santri, dan banyak lagi sebutan untuk ku. namun sekarang tidaklah lagi ku pantas mendapat sebutan itu, disisi lain saat terjatuh dari puncak diriku beralih dan terjerumus akan fartamogana dunia. saat ini aku hanya bisa berharap untuk bisa sampai lagi dipuncak dan menyandang sebutan lamaku sebagai seorang ikhwan. namun itu semua tinggal harapan belaka. aku perlahan mulai jauh dari agamaku, yang tadinya aku sholat lima waktu dan berusaha menjaga untuk bejama'ah, tapi kini sholatpun terkadang dengan sengaja kutinggalkan. nauzubillahi min jalik.. begitu parah nya sekarang. tidak lah salah ada pepatah yang mengatakan "Lebih baik menjadi mantan premen, daripada mantan ustadz". namun aku sudah mencoba keduanya. sekarang ku mulai mengerti semua itu berawal dari hati dan pikiran yang merasa nyaman. dan ku sadari bahwa aku islam karena orangtua ku beragama islam. dan aku terlahir sebagai orang islam. pengalaman yang tadi nya sempat membuat drop dan kepesimisan dalam diriku kalau aku takkan bisa lagi menjadi ikhwan. hingga suatu hari ku menyadari kalau aku memang tidak bisa lagi menjadi ikhwan , tapi setidaknya aku masih bisa untuk memperbaiki diriku. dan timbul lah dalam diriku untuk mendalami agamaku. karena aku tak ingin selamanya kalau aku menjadi orang islam karena orangtua ku islam. pelan-pelan ku mempelajari islam dan mencoba mengamalkan apa yang telah diajarkan dalam islam. dan aku tak ingin menjadi seorang ikhwan, ikhwan-ikhwanan yang maksudnya semua kulakukan karena guru atau tutor yang membimbingku. dan aku juga tidak begitu mengerti yang dikatakan ikhwan itu harus seperti apa ? yang jelas aku sekarang bukanlah seorang ikhwan lagi, walau ku tidak begitu mengerti ikhwan itu harus seperti apa ? dan sekarang aku juga tak ingin menjadi orang islam tapi tidak mengenal islam itu sendiri apa ? aku saat ini ingin mengucapkan terima kasih kepada tutorku yang telah menganggapku sebagai ikhwan yang sebenarnya tidak kumengerti "ikhwan itu harus sperti apa ?" dan terima kasih juga kepada ayah dan ibu karena telah mengenalkan ku agama islam sejak aku lahir. aku akan mencoba mempelajari semua dengan bekal yang kalian berikan kepadaku. namun kali ini aku ingin meraih puncak bukan karena gelaran sebagai ikhwan lagi, tapi aku beralih meraih puncak sebagai orang yang sholeh dan aku akan mempelajari lagi apa itu islam ?, bagaimana islam dalam kehidupan sehari-hari ?, siapa yang membawa agama yang mulia ini ?, kenpa dia (Muhammad) membawa agama islam ini kedunia ? semua itu akan ku coba mencari tahu. guna untuk memperdalam ilmu ku tentang agama.

M. Fajar

Minggu, 26 Januari 2014

cerita tentang diriku

Pikirku melayang dalam sebuah imajinasi yang menghantarkan ku dalam sebuah karya tulis. dimana tempat aku bisa menulis dengan inspirasi yang kudapat dari indera yang kumiliki. ku bangga mempunyai keahlian menulis, namun aku juga selalu ingin seperti yang lain serba bisa. sampai-sampai imajinasi ku ingin memiliki sebuah keajaiban. apa daya, upaya yang kupikirkan sungguh kurang logis, karena sekarang zaman modern apa iya masih ada yang ajaib-ajaib ? "tanyaku pada diri sendiri". pikiran ku terhanyut dalam cerita dibalik tabung kaca, yang menampilkan rekeyasa belaka. banyak film-film yang menghipnosisku tanpa kusadari hingga akhirnya aku terbawa dalam sebuah cerita yang ditampilkan. sungguh tidak lah patut. selain itu aku juga mempunyai gangguan psikologis yang membuatku ketergantungan seks. sejak ku duduk dikelas 6 SD, aku sudah mengenal seks. hingga itu berlanjut sampai sekarang. awalnya aku hanya seorang yang veyuorisme atau suka mengintip. mulai mengoleksi gambar orang telanjang, sampai aku mempunyai majalah khusus dewasa. tidak puas sampai disitu aku sering mengintip saudari ku saat berganti pakaian, saat saudariku mandi. namun seiring berjalannya waktu aku sering ketahuan saat mengintip. hasrat nafsu birahi ku terus mendorongku untuk terus veyour. dan tanpa diharapkan, teman-teman ku ada yang mengoleksi VCD porno dan saat orungtuanya pergi aku dan teman-temanku menonton VCD tersebut dengan sembunyi-sembunyi. namun semua nya terbatas "pikirku" mulai dari mengintip saudariku mandi sering ketahuan, menonton VCD porno dikala waktu sepi baru bisa menontonnya. hingga akhirnya aku menemukan situs di Internet yang berisi kan video porno. situs itu kudapatkan dari teman yang hobinya menjelah internet. dan setiap saat dengan mudah aku bisa mengakses situs porno tersebut. singkat cerita sampai sekarang aku masih suka menonton film porno dari internet, sekarang tidak hanya cukup menonton saja bagiku. setelah menonton terkadang aku sering ke wc dan melakukan onani yang sebelumnya belum pernah aku lakukan. belum ada satu menit aku sudah enjekulasi dini. pertama mencoba membuat ku untuk mencobanya dikemudian hari. sebagai pelampiasan seks. sungguh ku menderita akan semua yang kulakukan. aku memang belajar cara memenajemen pikiran, waktu dan sebagainya. akan tetapi, aku tidak bisa sendiri mengobati diriku sendiri dari ketergantungan seks dan imajinasi tentang keajaiban. aku butuh teman yang bisa mendorongku untuk memperbaiki diri, aku butuh psikis yang mengerti akan hal yang kualami, dan aku butuh perhatian dari keluarga, teman, sahabat, dan lingkungan sekitar. aku ingin berubah, aku butuh bimbingan dari kalian semua. aku tidak mampu menghadapinya sendirian. karena pikiranku sudah terserang virus P.O.R.N. tolong aku yang terjatuh kelembah yang sangat curam. bantu aku untuk bangkit. bantu aku untuk segera memperbaiki diri. aku bingung, aku merasa hampa.

M.Fajar

Minggu, 15 Desember 2013

Jodoh Yang Suci

terkadang kita gak tahu nantinya, karena itu semua suratan takdir.
yang dimaksud disini, jodoh. ketetapan-Nya sudah jelas, tapi gak tahu kapan segera terwujud.
hamparan debu membuat perjalanan ini terasa panjang, mencari kesana kemari. tapi, tidak jua kutemukan.
terkadang aku mulai bertanya kepada diriku yang telah terhasut nafsu syaitan.
seakan-akan membuatku tidak percaya akan ketetapan-Nya,
sungguh hina diriku.
karena ku hanya mencari kesenangan sesaat untuk memenuhi nafsu birahi belaka.
jika itu yang terjadi, pantaskah aku menjadi seorang imam bagi wanita yang sholeha ?
semestinya aku benahi diri dan tidak seharusnya aku begitu.
tapi, syaitan telah memenangkan pertarungan. yang telah berhasil merasuki nafsuku.
sehingga yang mendominasi, nafsu birahiku yang tidak bisa ku kendalikan.
sungguh terjaga kalian wanita sholeha,
karena allah takkan membiarkan engkau
berpasangan dengan laki-laki yang hanya mengikuti nafsu belaka.
lelaki yang sholeh,maka akan mendapatkan istri yang sholeha jua.
kini tidak banyak lagi yang bertaqwa.
semoga Engkau menjadikan hamba, sebagai makhluk yang selalu bersyukur dan bersabar Ya allah.
dan kumohon tempatkanlah hamba bersama orang yang bertaqwa.
istri sholeha idaman suami yang taat,
kini kuhanya bisa menanti, akan ketetapan-Mu.
sembari itu aku jua kan terus memperbaiki diri ini
yang telah terpengaruh nafsu.
kunantikan jodoh yang suci, yaitu wanita yang sholeha.
baik keimanan dan ketaqwaannya, mengerti akan tanggung jawab yang
diembannya dalam keluarga.
mencarinya tidak semudah menangkap ikan di air yang jernih,
melainkan seperti mancari jarum ditumpukan jerami.
jika ketetapan-Mu terhadap jodohku seorang wanita yang sholeha,
aku akan terus membenahi diri.
jika ketetapan-Mu terhadap jodohku bukanlah seorang wanita yang sholeha, maka aku kan berusaha untuk membina keluargaku atas ketetapan-Mu, ya Rabb'.
kunantikan jodohku,
dalam ikatan suci lahir dan bhatin.


karya : M.fajar


https://www.facebook.com/fajar.setya.56/posts/579653525417705 

Minggu, 01 Desember 2013

Budaya menyontek

Kebanyakan orang khawatir dan cemas

Berbagai carapun dilakukan

Untuk mencapai nilai yang maksimal

Satu orang yang dianggap mampu

Semuanya tertuju padanya

Mencotek sudah menjadi budaya

Dari zaman dulu sampai sekarang

Kenapa sebagian orang sangat yakin

Dengan hasil orang lain ?

Kan belum tentu hasil orang lain

Itu dapat menjamin kita untuk berhasil

Bahkan seseorang itu bisa menjatuhkan

Dan ada juga yang mebangun kita

Menyontek bukanlah hal yang biasa dinegeri ini

Khususnya banyak warga negaranya

Yang masih percaya dengan kemampuan orang lain atau menyontek

Dari tingkat SD sampai ketingkat perguruan tertinggi

Setiap adda ujian dari sekolah atau fakultas

Pasti ada yang menyontek

Sangat sedikit yang jujur

Dengan hasil kemampuannya sendiri.